Tuna Wisma Mengancam Pontianak

TUNA WISMA adalah adalah orang yang tidak mempunyai tempat tinggal tetap dan berdasarkan berbagai alasan harus tinggal di bawah kolong jembatan, taman umum, pinggir jalan, pinggir sungai, stasiun kereta api, atau berbagai fasilitas umum lain untuk tidur dan menjalankan kehidupan sehari-hari. Sebagai pembatas wilayah dan milik pribadi, tunawisma sering menggunakan lembaran kardus, lembaran seng atau aluminium, lembaran plastik, selimut, kereta dorong pasar swalayan, atau tenda sesuai dengan keadaan geografis dan negara tempat tunawisma berada (sumber: Wikipedia).

Berdasarkan kondisi riil saat ini, cepat atau lambat masalah ini akan menjadi momok di Kota Pontianak. Penyebabnya sederhana, pendapatan < harga rumah.

Pertanyaan sekarang, perlu gaji berapa untuk memperoleh rumah yang layak?

Lanjutkan membaca Tuna Wisma Mengancam Pontianak

KULMINASI ALA DESA WISATA JERUJU BESAR

Garis Equator atau Garis Khatulistiwa adalah Garis Lintang Nol Derajat yang membentang membelah Bumi menjadi dua bagian, belahan bumi selatan dan belahan bumi Utara. Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu dari sekian Provinsi yang dilewatinya oleh garis tersebut.

img_2279

Kota Pontianak ternyata bukan satu-satu kota yang dilewati oleh garis khatulistiwa ini di Kalimantan Barat. Kabupaten Kubu Raya, salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat, ternyata juga dilewati oleh Garis Khatulistiwa, lebih tepat letaknya berada di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai.

Keistimewaan Kalimantan Barat tersendiri adalah sungai Kapuas, yang merupakan Sungai terpanjang di Indonesia. Dan Lokasi Desa Jeruju besar terletak di ujung Delta Sungai Kapuas.

Kulminasi adalah peristiwa dimana posisi Matahari tepat di Garis Khatulistiwa dan hanya bisa dirasakan dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan September dan Bulan Maret. Sebagai peristiwa yang sangat jarang terjadi di Kota-kota lain di Indonesia seharusnya dapat mendapatkan tempat dan perhatian Pemerintah.

Equator Village, P3MP, Karang Taruna Desa Jeruju Besar, Pokdarwis, Pemerintah Desa Jeruju Besar, dan Pemerintah Kecamatan Sungai Kakap berkomitmen bersama dalam mengembangkan Desa ini menjadi Desa Wisata berbasis Kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Banyak potensi Wisata yang dimiliki Desa Jeruju Besar, khususnya wisata minat khusus seperti memancing dan outbond. Namun, terdapat potensi yang begitu besar dan belum dimanfaatkan yakni Ekowisata Mangrove dan Agrowisata. Adapun, terdapat pula potensi ekonomi pendukung seperti pertanian dan perikanan yang saat ini mensupport kebutuhan Kota Pontianak.

telur-berdiri

Abang Nurdin dari Equator Village mengatakan bahwa dengan mengembangkan Desa ini menjadi Desa Wisata semoga bisa membuka akses masyarakat dalam peningkatan ekonomi yang ada di lokasi setempat seperti, budidaya cabai, pisang berangan, kepiting, ikan laut, kepah dan potensi-potensi lainnya.

Kulminasi yang diperingati tanggal 22 September 2016 yang lalu yakni mendirikan telur di benteng laut dan di atas Jembatas Khatulistiwa. Atraksi ini dilakukan bersama masyarakat setempat dan membuktikan bahwa Desa Jeruju Besar tepat dilalui garis Equator. Adapun atraksi lainnya yang dilakukan yakni mendirikan beberapa benda dan terbukti tidak memiliki bayangan pada pukul 12.00 WIB.

Fenomena ini akan terjadi kembali pada 21-23 Maret 2016. Bersama Equator Village mari kita laksanakan atraksi serupa di Kec. Sui Ambawang (Kubu Raya), Kec. Tayan (Sanggau), dan Kec. Sungai Tebelian (Sintang).

DCIM100MEDIADJI_0138.JPG
Landscape Pesisir Desa Jeruju Besar

 

Universitas Negeri Pontianak ?

Ketika saya ditanya, apa hal konkrit yg dapat dilakukan Pemerintah Kota untuk memajukan Kualitas SDM?

BANYAK solusi yg bs saya tawarkan, tetapi terdapat 1 solusi yg sangat realistis dan logis untuk dikerjakan serta belum diangkat oleh orang lain yakni mendirikan Universitas Negeri Pontianak (UNP).

Ini termasuk ide liar jika melihat aspek anggaran yang diperlukan. Namun, akan mnjadi efisien jika dapat terlaksana melalui skema akuisisi ataupun penyerahan dari aset Perguruan Tinggi (PT) Swasta menjadi aset Pemerintah seperti UPN Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Adapun, saran kampus yg sekirany dpt diakuisisi yakni STIE Pontianak.

Lalu, mengapa saya memilih ide ini?

1. Dekonsentrasi Planologis. Pemerataan pembangunan sangat diperlukan dalam rangka pengembangan wilayah dan mengurangi kesenjangan antar wilayah. Konsep ini akan akan meningkatkan ‘derajat’ Pontianak Timur.

2. Kampus ini berada di Pontianak Timur dan sangat dekat dengan Kampung Beting. Hal ini secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar kampus. Beting akan menjadi Pogung ataupun Dago-nya Pontianak. Akan tercipta lapangan usaha baru seperti kos-kosan, laundry, jasa komputer, rumah makan, dsb yang berhubungan dengan dunia kemahasiswaan.

3. Kampus adalah ‘pabrik’ pencetak SDM berkualitas, sedangkan salah satu cara meningkatkan kualitas kampus yakni dgn berkompetisi. ITB smakin bgs krn ad UNPAD. UGM smakin bgs krn ad UMY UII ATMA. UI smakin bgs krn ad Trisakti. Dan UNTAN akan semakin bgs karena ada UNP.

4. Mengakuisisi/ me-Negeri-kan kampus swasta membutuhkan investasi yang lebih kecil dibanding membangun sebuah kampus baru. Tentunya hal ini membutuhkan koordinasi dan konsekuensi pengangkatan dosen PTS menjadi ASN. Pihak-pihak yang dapat dilibatkan dalam hal ini yakni DIKTI, Kopertis, Pemprov, dan Kemendagri.

5. Dengan memiliki PTN ‘pribadi’, maka akan membuka pintu beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu di kota Pontianak. Jika selama ini terdapat Alokasi Hibah Pendidikan kepada PTN tertentu, maka dengan adanya kampus lain alokasi tersebut dapat diarahkan ke UNP.

6. STIE Pontianak memiliki bidang ilmu ekonomi yang merupakan kebutuhan bagi masyarakat Urban. Sebagaimana kita ketahui, lapangan usaha Perkotaan lebih banyak bergerak di sektor Jasa dan Perdagangan.

7. STIE Pontianak masih memiliki lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan Fakultas dan Jurusan lain. Adapun, dari segi lokasi terletak strategis yakni di tepi jalan arteri.

8. UNTAN, Pemkot, dan Pemprov memiliki sumber daya ASN yang cukup mumpuni untuk mensupport kampus ini pada tahap awal hingga ketersediaan Dosen tetapnya terpenuhi.

Well, ini hanya sekedar ide liar yang rasional. Jika setuju silahkan share agar didengar oleh banyak pihak terkait.

Salam,

Yodha – KHA Project

Road to Sail Selat Karimata 2016

Picture3
Do u wanna visit Sail Selat Karimata 2016?
If u start from Pontianak and driving a car, so u can using this map.

Supadio Airport – Rasau Jaya Port: 1 hour 30 minute.
Rasau Jaya Port – Teluk Batang Port: 12 hour. U can see mangrove and sunset at the ferry
Teluk Batang – Sukadana: 30 minute
 

 

 

 

24 Jam Berwisata Pontianak dan Sekitarnya

Pengen liburan di Pontianak CoffeeTown? Namun, punya waktu terbatas?
Tenang aj, kalian bs cobain skenario ini, 24 Jam Berwisata Pontianak

Hari 1
19.30 – 20.50: Tiba dengan Garuda/ Lion/ Sriwijaya
20.50 – 21.30: Cek in Hotel
21.30 – 22.30: Dinner Mi Tiaw Pontianak/ Tepian Kapuas
22.30 – 23.45: Ngopi @Gajah Mada
23.45 – ….     : Back to Hotel & Tak a Rest

Hari 2
05.00 – 05.30: Bangun Pagi & Persiapan
05.30 – 07.00: Wisata Gambut & Agro @Pontianak Utara (jangan lupa cari lidah buaya)
07.00 – 08.00: Sarapan @Hotel
08.00 – 09.00: Coffe Morning @Tanjung Pura
09.00 – 11.30: Wisata Budaya Kraton Pontianak, Rumah Adat Dayak, & Rumah Radank

SUNGAI KAKAP
Makan Siang @Sungai Kakap. Seafoodnya TOP, pemandangannya asri, ramah, bersih, serasa makan di Karimunjawa ataupun Kep. Seribu

11.30 – 12.00: Cek Out Hotel
12.00 – 14.30: Makan Siang @Sui Kakap
14.30 – 16.00: Belanja Souvenir dan Oleh-oleh @ PSP (Lempok durian, batik kalbar, dan amplang jangan lupa).
16.00 – 18.00: Wisata Sungai & Alun-Alun Kapuas

IMG_8118
Alun-Alun Kapuas, Replika Tugu Khatulistiwa, dan Kapal Wisata Sungai Kapuas

18.00 – 19.30: Cek in Bandara
19.30 – 20.00: Kembali ke Jakarta

Estimasi Biaya sekitar 944.000/ orang (tidak termasuk Pesawat)

So, see u at this town

 

Lomba Khas 17an bagi anak-anak

HUT RI tanggal 17 Agustus akan segera tiba.
Bingung mo ngadain lomba apa bagi anak-anak?
Berikut daftar lomba yang bisa dilaksanain di kampung masing-masing.

  1. Lomba Makan Kerupuk (Wajib)
  2. Lomba Bawa Kelereng (Wajib)
  3. Lomba Sepeda Hias
  4. Lomba Mengisi Air
  5. Lomba Memasukkan Pensil
  6. Lomba Memasukkan Bendera

KOMPRESKOMPRES1NVI_5561NVI_5583NVI_5592NVI_5664NVI_5690

nb: karena pesertanya anak-anak, menang kalah tetap dapat hadiah