KULMINASI ALA DESA WISATA JERUJU BESAR

Garis Equator atau Garis Khatulistiwa adalah Garis Lintang Nol Derajat yang membentang membelah Bumi menjadi dua bagian, belahan bumi selatan dan belahan bumi Utara. Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu dari sekian Provinsi yang dilewatinya oleh garis tersebut.

img_2279

Kota Pontianak ternyata bukan satu-satu kota yang dilewati oleh garis khatulistiwa ini di Kalimantan Barat. Kabupaten Kubu Raya, salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat, ternyata juga dilewati oleh Garis Khatulistiwa, lebih tepat letaknya berada di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai.

Keistimewaan Kalimantan Barat tersendiri adalah sungai Kapuas, yang merupakan Sungai terpanjang di Indonesia. Dan Lokasi Desa Jeruju besar terletak di ujung Delta Sungai Kapuas.

Kulminasi adalah peristiwa dimana posisi Matahari tepat di Garis Khatulistiwa dan hanya bisa dirasakan dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan September dan Bulan Maret. Sebagai peristiwa yang sangat jarang terjadi di Kota-kota lain di Indonesia seharusnya dapat mendapatkan tempat dan perhatian Pemerintah.

Equator Village, P3MP, Karang Taruna Desa Jeruju Besar, Pokdarwis, Pemerintah Desa Jeruju Besar, dan Pemerintah Kecamatan Sungai Kakap berkomitmen bersama dalam mengembangkan Desa ini menjadi Desa Wisata berbasis Kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Banyak potensi Wisata yang dimiliki Desa Jeruju Besar, khususnya wisata minat khusus seperti memancing dan outbond. Namun, terdapat potensi yang begitu besar dan belum dimanfaatkan yakni Ekowisata Mangrove dan Agrowisata. Adapun, terdapat pula potensi ekonomi pendukung seperti pertanian dan perikanan yang saat ini mensupport kebutuhan Kota Pontianak.

telur-berdiri

Abang Nurdin dari Equator Village mengatakan bahwa dengan mengembangkan Desa ini menjadi Desa Wisata semoga bisa membuka akses masyarakat dalam peningkatan ekonomi yang ada di lokasi setempat seperti, budidaya cabai, pisang berangan, kepiting, ikan laut, kepah dan potensi-potensi lainnya.

Kulminasi yang diperingati tanggal 22 September 2016 yang lalu yakni mendirikan telur di benteng laut dan di atas Jembatas Khatulistiwa. Atraksi ini dilakukan bersama masyarakat setempat dan membuktikan bahwa Desa Jeruju Besar tepat dilalui garis Equator. Adapun atraksi lainnya yang dilakukan yakni mendirikan beberapa benda dan terbukti tidak memiliki bayangan pada pukul 12.00 WIB.

Fenomena ini akan terjadi kembali pada 21-23 Maret 2016. Bersama Equator Village mari kita laksanakan atraksi serupa di Kec. Sui Ambawang (Kubu Raya), Kec. Tayan (Sanggau), dan Kec. Sungai Tebelian (Sintang).

DCIM100MEDIADJI_0138.JPG
Landscape Pesisir Desa Jeruju Besar

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s