51 Tahun Fakultas Geografi UGM

Geografi bukan fakultas yang tertua di UGM, namun juga bukan fakultas yang termuda,

Di Indonesia sendiri, hanya UGM-lah, PT Negeri yang menjadikan Geografi sebuah Fakultas, bukan jurusan ataupun Program Studi,
dan mungkin hanya DIY saja lah yang memasukkan Geografi sebagai ke dalam kelompok IPA (bukan IPS) di tingkat SMA

EMPAT tahun study di Fakultas Geografi UGM, sy lihat sendiri bahwa materi kuliah yang diajarkan didominasi oleh pelajaran berbasis IPA. Dan karena itu pula, gelar kami (Alumni Fakultas Geografi UGM) adalah S.Si, sama dengan gelar bagi alumni Fak. MIPA ataupun Fak. Biologi. Missunderstand seperti inilah yang mungkin belum disadari teman2 di Kemendikbud dan diacu oleh banyak pemerintah daerah bahwa Geografi sebenarnya ranah IPA.

Salah siapa?

TIDAK ADA yang salah dalam kondisi ini. Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Begitu pula Geografi. Jika pengambil keputusan tidak mengenal Geografi itu apa, maka bagaimana mungkin GEOGRAFI dapat disayangi? Bahkan parahnya, bisa jadi GEOGRAFI menjadi anak tiri dalam kurikulum pendidikan.

Sy berani men-JUDGE bahwa SDM Indonesia masa mendatang dibentuk untuk menjadi Robot. Kurikulum budi pekerti, kebudayaan daerah, wawasan kebangsaan, termasuk ilmu kebumian (Geografi) mendapat porsi yang kecil di bangku sekolah menengah atas, termasuk salah sasaran itu sendiri (seharusnya IPA). Hal ini berbeda jauh dengan Matematika, Biologi, Fisika, Kimia (ane alumni IPA, jd merasakan sendiri).

Akibatnya, SDM yang ada tidak mengenal potensi dan masalah daerah. Dan lucunya, orang asinglah yang jauh lebih mengenal Indonesia dibanding bangsa Indonesia sendiri.

Selama 51 Tahun, Fakultas Geografi UGM telah berbuat banyak bagi Indonesia. Selain menghasilkan beribu-ribu Geografer, kontribusi penelitian dan pengabdian kampus ini membawa dampak positif bagi pembangunan di Indonesia. Namun, negeri ini bukanlah negeri yang menghargai para scientist (Ilmuwan : S.Si), oleh sebab itu rekam jejak Geografi di Indonesia masih belum dihargai. Karena itu pula, tidak banyak kampus yang mau membuka Program Studi/Jurusan ini.

Ilmu kebumian yang bersifat murni belum mendapat tempat yang sama dengan Ilmu kebumian yang bersifat terapan seperti Geologi, Kehutanan, Perencanaan Wilayah, dsb. Oleh karena itu, dalam semangat Dies Natalis ke 51 ini, saya berharap Fakultas Geografi UGM dapat meng-GEOGRAFI-kan Indonesia. Bukan sebuah target untuk menjadikan GEOGRAFI Fakultas Nomor 1, namun untuk mencerdaskan dan meningkatkan pemahaman bahwa Geografi adalah Ilmu yang penting.

Semakin banyak yang kenal Geografi, semakin banyak yang akan sayang, dan ujungnya, semakin banyak orang yang mencintai dan siap membangun Indonesia yang mandiri dan berdaulat

HAPPY BIRTHDAY KAMPUSKU
JAYA SELALU GEOGRAFI TERCINTA

‪#‎kataYodha‬

 

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s