PENYELAMATAN KOTA TUA PONTIANAK

Penyelamatan Kota Tua sedang menjadi trend masyarakat urban dewasa ini. Kota Tua merupakan wilayah/kawasan yang tersusun atas bangunan yang berusia ataupun bercirikan masa minimal 50 tahun lampau. Hampir setiap kota besar memiliki kawasan Kota Tua dengan berbagai kondisi dan luas yang berbeda-beda.

Secara umum, Kota Tua merupakan rekam sejarah perkembangan sebuah kota yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan arkeologi serta pariwisata. Beberapa Kawasan Kota Tua yang terbilang berhasil meningkatkan angka wisatawan yakni Kota Tua Semarang, Kota Tua Batavia, serta Kota Tua Jogja.

Pada dasarnya, Pontianak juga memiliki Kawasan Kota Tua sehingga berpotensi mendatangkan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Namun, kawasan mana yang mau kita kembangkan? Apakah sama dengan kota-kota lainnya?

Jika ingin menyerupai Batavia, Pontianak tentu akan kalah, baik dari segi pengelolaan dan kualitas Kota Tua yang disungguhkan dan tersisa. Gw ngebayangin, 1 titik yang sampai saat ini belum terlalu diangkat sebagai kawasan Kota Tua Pontianak. Kawasan ini merupakan titik awal pemukiman kota Pontianak, yakni Kawasan Masjid Jami’ Pontianak dan sekitarnya.

MASJID JAMI' PONTIANAK

Kawasan ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan Kota Tua lainnya, baik berupa Arsitektur Bangunan Melayu jaman bahula, pemandangan Water Front City, serta aktivitas masyarakat di bantaran Sungai Kapuas. Dengan karakteristik yang khas ini, mengapa tidak kita angkat dan prioritaskan pengelolaannya?

Penetapan Kawasan Kota Tua melalui SK Walikota merupakan langkah awal yang sangat tepat dalam menyelamatkan Kawasan yang ada. Hal ini sebagai dasar pelaksanaan kegiatan penyelamatan serta bagi perlindungan kawasan dari tekanan kawasan lainnya (khususnya kawasan perdagangan dan jasa). Dengan adanya Penetapan ini, masyarakat yang peduli terhadap Penyelamatan Kota Tua dapat pula ‘bergerak’ melalui komunitas-komunitas yang ada.

Langkah selanjutnya, tentu saja dukungan pemeliharaan Kota Tua, baik dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat serta dunia usaha melalui CSR-nya masing-masing. Idealnya, hasil dari pemeliharan ini akan menghasilkan Kawasan Kota Tua yang terawat dan tertata rapi.

Selanjutnya, untuk mendukung keberlangsungan kualitas pengelolan Kota Tua yang ada, pelibatan masyarakat lokal  melalui Program Pemberdayaan Masyarakat perlu dikedepankan. Masyarakat lokal inilah yang nantinya akan menikmati manfaat lebih banyak dari keberadaan Kota Tua serta sebagai pelaku dalam kegiatan pariwisata Kota Tua. Jika sampai tahap ini berhasil, tentu saja dapat dilanjutkan pada Kawasan Kota Tua lainnya di Pontianak seperti Kawasan Pasar Tengah dan sekitarnya.

Well, Lets begin Penyelamatan Kota Tua Pontianak…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s