Orangutan vs Sawit (Lingkungan vs Kemiskinan)

Perkebunan kembali menimbulkan konflik di hadapan kita. Setelah ‘berkompetisi’ dengan masyarakat adat beberapa waktu yang lalu di Sumatera, kali ini ekspansi Perkebunan memakan korban seekor Orangutan. Tinggal diamkah kita?

Populasi Orangutan di Ekoregion Kalimantan Barat semakin berkurang dari waktu ke waktu. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti aktivitas Illegal Logging (1980- awal 200o), Degradasi hutan, Perkebunan, dan Perburuan liar. Saat ini keberadaan Satwa tersebut paling banyak terdapat di TN. Betung Kerihun, TN. Bukit Baka – Bukit Raya, dan TN. Gunung Palong.

Kejadian Agustus kelabu ini merupakan bentuk pelanggaran UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA dan Ekosistemnya serta UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pihak berwajib harus berani tegas dan menindak pelaku pelanggaran lingkungan ini.

Ironi jika muncul anggapan bahwa lingkungan merupakan hambatan dalam pengurangan kemiskinan. Sawit bukanlah musuh lingkungan, namun pengelolaan SDA secara lestari mutlak diperlukan. Sudah saatnya AMDAL diterapkan sebagai Guide dalam setiap pelaksanaan pemanfaatan SDA, bukan hanya formalitas semata.

Sejarah di Indonesia (hingga saat ini) membuktikan bahwa Pemanfaatan SDA tanpa pengelolaan yang tepat tidak dapat menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Hasil Hutan Kayu Kalimantan pada era 80-90an, Timah Babel era 80an, Emas Papua, dsb merupakan bentuk kegagalan masa lalu yang akan berulang dan terus berulang hingga saat ini.

Sudah saatnya Pembangunan Berkelanjutan diterapkan sebagai bagian dari dalam Pemanfaatan SDA, tidak hanya sebatas Konsep di atas kertas semata. Terkait kasus ini, Penulis tidak melihat berfungsi (adanya) Zona Penyangga/ Perlindungan Satwa pada lahan perkebunan. Apa susahnya menyediakan 10-30 Ha kawasan pelestarian alam di setiap 1000-3000 Ha lahan perkebunan?

Penyelesaian Kasus ini memerlukan komitmen semua pihak untuk menyelesaikannya. Jika dibiarkan, cepat atau lambat akan muncul kasus-kasus serupa di tempat lainnya di Kalimantan Barat… (MY)

 
KALBAR GO GREEN…

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s