Pelabuhan Samudera sebagai Kunci Pembangunan Kelautan Kalimantan Barat

Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) telah menunjukkan arah pengembangan Struktur dan Pola Ruang di dalam pelaksanaan pembangunan berskala nasional.  Sayangnya,  Kalimantan Barat untuk 20 tahun ke depan masih memiliki alokasi yang rendah dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia. Keinginan besar daerah yang terakomodir di dalam RTRWN ini hanya sebatas Jalan Lintas Kalimantan (Utara, Tengah, dan Selatan) serta PKSN pada wilayah perbatasan. Namun, tidak satupun Pelabuhan Internasional  baru yang diakomodir di dalam RTRWN ini. Hanya pelabuhan Pontianak yang ditetapkan sebagai Pelabuhan Internasional. Sungguh ironi.

Pelabuhan Pontianak


Sudah menjadi rahasia umum bahwa Pelabuhan Pontianak telah berada pada titik jenuhnya.  Alur sungai Kapuas tidak dapat dilalui oleh kapal-kapal besar dengan bobot > 10.000 Dwt. Bahkan,  pada musim kemarau kapal-kapal kecilpun sulit untuk masuk ke dalam alur sungai ini. Pelabuhan Pontianak juga memiliki lahan yang terbatas serta berada di tengah-tengah kota, sehingga sangat jelas akan berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat di sekitarnya.  Jadi,  masih perlukah kita pertahankan pelabuhan ini di dalam RTRWN sebagai Pelabuhan Internasional?

Rencana Struktur Ruang RTRWN 2008-2028

Secara geografis,  posisi Kalimantan Barat dilalui oleh jalur ALKI 1, dan terletak di dekat laut Natuna dan Karimata yang kaya akan sumberdaya kelautan perikanan. Kalimantan Barat-pun memiliki panjang pantai >800 km yang memanjang dari Kab. Sambas di utara sampai dengan kab. Ketapang di selatan. Dengan kondisi ini, sangatlah wajar jika Kalimantan Barat memiliki Pelabuhan Internasional  yang sesungguhnya, bukan dalam artian status, namun juga sarana dan prasarana pendukung berstandar internasional. So, sangatlah aneh jika Pelabuhan Pontianak ditetapkan sebagai Pelabuhan Internasional.

Secara umum, pantai-pantai di Kalimantan Barat terdiri atas pantai berpasir dan pantai berawa (mohon dibenarkan jika salah, Oceanografi gw dapat C, hehehehe) dengan kondisi topografi laut yang secara umum landai. Namun, pada beberapa spot terdapat laut dengan kedalaman besar yang cocok sebagai lokasi Pelabuhan Internasional seperti Pulau Temajo (Kab. Pontianak), Tj. Gondol (Bengkayang), dan Tel. Air (Kayong Utara). Khusus untuk Pulau Temajo, lokasi ini telah dilakukan kajian serta penetapan kooordinat oleh Kementerian Perhubungan beberapa tahun yang lalu. Mengapa bukan pelabuhan ini yang di angkat?

Pemanfaatan sumberdaya alam di Kalimantan Barat selama ini masih terfokus pada Sumberdaya Tambang dan Sumberdaya Pertanian (termasuk Perkebunan). Akibatnya, eksplotasi lahan terjadi sangat besar dan memiliki resiko terhadap lingkungan di sekitarnya. Adapun, sumberdaya laut yang ada belum dimanfaatkan secara optimal (bukan maksimal). Sayangnya, pengembangan sektor kelautan memerlukan sebuah titik pusat kegiatan dengan dukungan pelabuhan berstandar internasional yang hingga saat ini belum dimiliki.

Mengacu pada RTRWN di atas, terlihat bahwa terdapat 2 magnet besar yang terdapat disekitar Kalimantan Barat, Natuna dan Singapura. Natuna kaya akan Sumberdaya Migas dan Singapura menjanjikan pelabuhan beserta standar pelayanan yang  mendukung aktivitas jasa perdagangan. Apa peran Kalimantan Barat? Hanya PENONTON.

Dengan adanya pelabuhan Internasional, tentu kita dapat mengurangi dominasi Singapura di wilayah ALKI 1, dan membawa kembali emas-emas yang seharusnya tertambat di pelabuhan Indonesia. Dengan adanya pelabuhan ini, transformasi menuju Provinsi Jasa, baik itu perdagangan dan industri akan cepat tercapai. Bayangkan, seluas atau sebanyak apapun KAPET, KUAT, KEK, dsb di tanah Kalimantan Barat, tanpa adanya pelabuhan berstandar internasional, semua itu tidak berarti apa-apa.

Merubah RTRWN tentu tidak mudah. Review pertama RTRWN baru bisa dilakukan setelah 5 tahun (tahun 2013). Oleh karena itu, perlu adanya penguatan koordinasi Pemprov dengan Pemerintah Pusat agar ketika pintu review RTRWN ini dibuka kelak, suara-suara daerah dapat terakomodir. Kalbar maju, Indonesia juga.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s