Piramida Pembangunan Kalimantan Barat

Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang merata, baik fisik maupun sosial masyarakat, baik kota maupun desa, serta tanpa memandang dinding SARA yang ada di suatu daerah.  Pembangunan yg cepat tidak selamanya baik, namun pembangunan bertahap dengan ketahanan nasional yang kuat adalah misi yang harus dicapai.

Pada dasarnya,  pembangunan suatu daerah/negara harus memperhatikan ‘pondasi, tiang, dan atap’ dari pembangunan itu sendiri. Dalam hal ini, penulis mengangkat tama Piramida Pembangunan yang selama ini kita tinggalkan.

piramida pembangunan

Pembangunan tidak dapat dilakukan secara instant. Apa sebab? Belajar dari pengalaman Orde Baru, ketika Indonesia mendapat ‘goncangan kecil’ maka kita hancur.  ‘Pondasi’ pembangunan harus dibangun terlebih dahulu, baru kemudian ‘Tiang’ dan ‘Atapnya’.

Sektor Pertanian adalah Pondasi dari Pembangunan. Secara luas, sektor pertanian ini mencangkup pertanian pangan, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan darat, peternakan, dsb. Pembangunan sektor ini harus diprioritaskan terlebih dahulu, baru kemudian menyusul sektor lainnya.

Secara umum, Indonesia (termasuk Kalbar) adalah bangsa yang beruntung. kita hanya mengalami iklim yang mendukung pertanian. Tanah kita luas dan subur. SDM dan SDA melimpah. Garis pantai yang panjang. Anugerah Tuhan ini lebih dari cukup untuk mengembangkan sektor Pertanian.

Tidak semua negara mendapatkan anugerah seperti yang kita peroleh saat ini. Jadi, jgn cuma bersyukur namun manfaatkanlah. Caranya? kembangkanlah sektor ini, jgn lagi kita import bahan pangan, lalu eksportlah hasil pertanian kita.

Sektor Industri adalah Tiang dari Pembangunan. Sektor ini meliputi industri pangan, transportasi, militer, antariksa, pertambangan dan MIGAS, energi, dsb. Setelah Sektor Pertanian kita kuat,  secara tidak langsung ketahanan nasional mulai tumbuh.  saat itu pula-lah kita memasuki era-industri.  Sebagai contoh, dari berbagai macam komoditi pangan yang kita miliki dikemas sedemikian rupa sehingga nilai jualnya lebih tinggi dan kita ekspor.  contoh lainnya seperti kelapa sawit. Jika pada tahap pertama kita hanya mengembangkan sampai sebatas menjual hasil mentah, pada tahap ini kita menjual hasil pengolahannya.

Pada tahap ini, industri menjadi prioritas namun sektor pertanian jangan sampai dikesampingkan (tetap dipertahankan).

Sektor Jasa adalah Atap dari Pembangunan. Pada tahap ini, Jasa telah dimasukkan dalam prioritas pembangunan negara/ daerah. Contohnya dapat berupa KEKI. suatu negara/ daerah berhak untuk membangun KEKI (Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia) jika pondasi dan tiang pembangunan pada negara/ daerah tersebut sudah kokoh.

Salah satu negara yang sudah mengembangkan sektor jasa secara maksimal adalah Singapura. Namun, karena pondasi negara ini tidak ada, cepat atau lambat pembangunan negara ini akan terhenti. Pada saat itu, tibalah bagi Indonesia untuk merebut kejayaan Nusantara yang telah hilang lebih dari setengah Millenium yang lalu.😀

Berdasarkan konsep yang diangkat diatas, Indonesia hendaknya bersabar pada saat ini. Mari bersama-sama kita bangun pondasi pembangunan (Pertanian), dilanjutkan dengan tiang (Industri), lalu atap (Jasa) dari pembangunan ini… Jaya Indonesia

Muhammad Yodha Muhdiya, S.Si

Staf. Bid. Perencanaan SPW Bappeda Kalbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s