Bukti Kedaulatan Bangsa Melalui Peningkatan Sarana dan Prasarana Kawasan Perbatasan

Kawasan perbatasan dalam hal ini perbatasan antar negara adalah suatu daerah transisi geografi 2 negara, baik fisik dan manusia, yang berdekatan, baik di darat, laut dan udara. Kawasan perbatasan memegang peranan penting dalam menunjukkan kedaulatan suatu negara. Negara berdaulat adalah negara yang senantiasa  membangun dan memanfaatkan wilayah teritorialnya, sekecil apapun demi kemajuan dan kesejahteraan warga negaranya,  sekaligus menjaga wilayah tersebut dari campur tangan dan ancaman negara/ bangsa lain.

Kasus-kasus menyangkut kedaulatan bangsa menjadi topik yang sering dibicarakan beberapa waktu ini. Ambalat, Natuna, Gosong Niger, dan beberapa permasalahan wilayah perbatasan lainnya menunjukkan bahwa kawasan tersebut mendapat perhatian yang serius dari masyarakat secara umum, namun apakah Pemerintah juga memikirkan hal yang sama?

Hampir 64 tahun Indonesia merdeka, namun kawasan perbatasan tidak kunjung bersinar di malam hari. Tidak pula mereka dapat hidup normal layaknya kita karena akses kesehatan dan pendidikan belum juga tiba. Hal yang paling menyedihkan muncul ketika memandang ke negari serumpun kita. Terang benderang karena listrik telah mencapai ujung negeri, walaupun mereka telat merdeka dibandingkan kita. Mereka lebih miskin SDA dari kita. Dan SDM mereka jauh lebih sedikit dari kita.

Penulis tidak ingin mencari apa dan siapa yang salah dalam hal ini. Penulis ingin membuka visi bahwa pembangunan sarana dan prasarana kawasan perbatasan adalah salah satu bukti kedaulatan kita. Butuh berapa Presiden lagi agar warga di ujung negeri ini dapat bersekolah tanpa harus ke kota? Butuh berapa kasus lagi hingga kita melek dan bertekad membangun kawasan ini?

Jangan salahkan mereka jika lebih mengenal ringgit daripada rupiah. Lha, belanjanya saja di pasar Malaysia karena pasar lokal tidak ada barang. Jikapun ada, harganya terlalu mahal akibat biaya angkut yang besar. Jangan pula salahkan mereka pula jika fasih berbahasa Malaysia. Setiap hari hanya bisa menonton siaran TV Malaysia.

balai karangan

Pembangunan sarana dan prasarana perlu adanya percepatan. Orientasi pembangunan jangan lagi terfokus ke kota (apalagi Jawa). Bagaimana mungkin pemerataan penduduk dapat terwujud jika pembangunan masih terfokus di daerah padat penduduk? Sudah saatnya penduduk perbatasan menikmati kemajuan bangsa. Mereka adalah warga kita, dan mereka harus disejahterakan.

Bayangkan jika daerah tersebut terbangun. Berapa banyak generasi muda yang dapat menikmati indahnya pendidikan. Berapa besar tingkat kesehatan masyarakat yang dapat dicapai. Berapa besar pula tingkat pendapatan yang dapat diperoleh mereka. Dan betapa bangganya mereka ketika melangkah dan memandang negeri tetangga. Kebanggan mereka adalah bukti kedaulatan kita.

One thought on “Bukti Kedaulatan Bangsa Melalui Peningkatan Sarana dan Prasarana Kawasan Perbatasan

  1. Salut dan setuju atas apa yang di uraikan sdr. Muhdiya, pemerintah Indonesia jangan sampai terlambat bertindak untuk menggiatkan pembangunan di segala aspek kehidupan secara merata di seluruh wilayah Nusantara. Hal terpenting daerah perbatasan harus mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Kita sudah muak dengan arogansi penyelanggara pemerintahan yang hanya mementingkan urusan dan egoisme golongan. Atau memang menunggu saatnya “REVOLUSI MASA” yang kian hari semakin apatis dengan penyelenggara pemerintahan.
    Masih ada waktu untuk berbenah, ingat bagaimana pendahulu kita dulu dengan segala keikhlasan mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan Tanah air Nusantara, sedang kita apa di banding mereka.
    Bangkit Indonesia..!! bangkit Nusantara…!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s